Kalau diingat-ingat lagi, semuanya berawal dari fase adaptasi, kelas 10.
Waktu itu, kami masih sama-sama baru. Sibuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, jadwal pelajaran yang pasti berbeda dengan jenjang sebelumnya, sampai mulai tertarik mengikuti kegiatan yang ada di sekolah. Awal kisah kami terasa agak canggung, belum banyak berani memulai percakapan, belum berani melangkah jauh.
Dengan
perlahan, suasana mulai berubah. Dari yang awalnya hanya sekadar mengenal nama,
berubah menjadi saling berbincang, bercerita, sampai akhirnya muncul rasa
nyaman satu sama lain. Di titik ini, kelas mulai terasa sebagai tempat yang
familiar. Sekolah menjadi wadah untuk kami mampu merasakan pengalaman baru,
khususnya di berbagai ekstrakurikuler di sekolah kami. Yang semula kami
dipenuhi keraguan untuk mencoba, kami berhasil membangun kepercayaan diri kami
untuk berinteraksi dengan lingkungan sekolah.
Kemudian, kami
beranjak menuju kelas 11, suasana berubah.
Sistem rolling
class akibat penjurusan membuat semuanya terasa seperti mengulang dari awal.
Teman-teman yang sebelumnya sudah dekat, harus berpisah kelas karena perbedaan
tujuan, lalu dipertemukan dengan teman-teman yang belum terlalu akrab.
Awalnya juga
terasa canggung, kami harus memikirkan bagaimana cara agar mampu beradaptasi
lagi. Namun, seiring berjalannya waktu, justru kami menikmati suasana baru ini.
Semakin banyak yang kami kenali, lingkar pertemanan semakin meluas, kesempatan
untuk bertukar cerita pun bertambah. Tanpa kami sadari, fase ini membuat semua
pertemanan kami tetap terjaga meskipun tidak selalu berada pada lingkup yang
sama.
Fase menengah
ini juga terdapat pengalaman yang cukup berkesan, Goes To Campus mampu
menyadarkan kami, bahwa setelah ini perjalanan kami baru akan dimulai. Membuat
kami semakin melihat ke depan, mulai menyusun rencana tentang bagaimana rencana
kami ke depan? Berbagai pertanyaan mulai muncul di benak kami.
Dan, kami
sampai di fase penentuan, kelas 12.
Di fase ini,
semuanya terasa lebih serius, jadwal belajar kami semakin padat, tuntutan untuk
berhasil semakin banyak, dan puncaknya adalah terdapat banyak sekali hal yang
belum pernah kami lalui sebelumnya. Dari urusan nilai rapor, peluang masuk
daftar eligible, sampai pilihan jalur SNBP, SNBT, mandiri, hingga
kedinasan—semuanya datang di waktu yang hampir bersamaan. Meski begitu banyak
kerikil yang harus kami lalui, semuanya tetap berjalan. Saling menguatkan dan
berusaha bertahan sampai akhir. Dan pada akhirnya, semua itu berhasil dilewati.
Kami sudah
sampai di titik menuju kelulusan, yang menjadi akhir dari perjalanan kami. Sebagai
bentuk apresiasi, kami menyusun acara perayaan kelulusan di bulan Februari
lalu. Acara angkatan kemarin kami rangkai sehangat mungkin, sehingga mampu
menimbulkan perasaan yang lega, haru, dan menjadi penutup yang dapat dikenang.
Sekarang, cerita kami hampir usai.
Dari yang
awalnya asing,
perlahan
menjadi terbiasa,
hingga
akhirnya harus siap berjalan ke arah masing-masing.
Karena pada
akhirnya, yang akan paling lama tinggal bukanlah tentang waktu, melainkan
bagian dari diri yang tumbuh dan cerita yang pernah ada di dalamnya.
Sumber : Versavalis
0 Komentar