CERITA ANGKATAN 26

Kalau diingat-ingat lagi, semuanya berawal dari fase adaptasi, kelas 10.

Waktu itu, kami masih sama-sama baru. Sibuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, jadwal pelajaran yang pasti berbeda dengan jenjang sebelumnya, sampai mulai tertarik mengikuti kegiatan yang ada di sekolah. Awal kisah kami terasa agak canggung, belum banyak berani memulai percakapan, belum berani melangkah jauh.

Dengan perlahan, suasana mulai berubah. Dari yang awalnya hanya sekadar mengenal nama, berubah menjadi saling berbincang, bercerita, sampai akhirnya muncul rasa nyaman satu sama lain. Di titik ini, kelas mulai terasa sebagai tempat yang familiar. Sekolah menjadi wadah untuk kami mampu merasakan pengalaman baru, khususnya di berbagai ekstrakurikuler di sekolah kami. Yang semula kami dipenuhi keraguan untuk mencoba, kami berhasil membangun kepercayaan diri kami untuk berinteraksi dengan lingkungan sekolah.

Kemudian, kami beranjak menuju kelas 11, suasana berubah.

Sistem rolling class akibat penjurusan membuat semuanya terasa seperti mengulang dari awal. Teman-teman yang sebelumnya sudah dekat, harus berpisah kelas karena perbedaan tujuan, lalu dipertemukan dengan teman-teman yang belum terlalu akrab.

Awalnya juga terasa canggung, kami harus memikirkan bagaimana cara agar mampu beradaptasi lagi. Namun, seiring berjalannya waktu, justru kami menikmati suasana baru ini. Semakin banyak yang kami kenali, lingkar pertemanan semakin meluas, kesempatan untuk bertukar cerita pun bertambah. Tanpa kami sadari, fase ini membuat semua pertemanan kami tetap terjaga meskipun tidak selalu berada pada lingkup yang sama.

Fase menengah ini juga terdapat pengalaman yang cukup berkesan, Goes To Campus mampu menyadarkan kami, bahwa setelah ini perjalanan kami baru akan dimulai. Membuat kami semakin melihat ke depan, mulai menyusun rencana tentang bagaimana rencana kami ke depan? Berbagai pertanyaan mulai muncul di benak kami.

Dan, kami sampai di fase penentuan, kelas 12.

Di fase ini, semuanya terasa lebih serius, jadwal belajar kami semakin padat, tuntutan untuk berhasil semakin banyak, dan puncaknya adalah terdapat banyak sekali hal yang belum pernah kami lalui sebelumnya. Dari urusan nilai rapor, peluang masuk daftar eligible, sampai pilihan jalur SNBP, SNBT, mandiri, hingga kedinasan—semuanya datang di waktu yang hampir bersamaan. Meski begitu banyak kerikil yang harus kami lalui, semuanya tetap berjalan. Saling menguatkan dan berusaha bertahan sampai akhir. Dan pada akhirnya, semua itu berhasil dilewati.

Kami sudah sampai di titik menuju kelulusan, yang menjadi akhir dari perjalanan kami. Sebagai bentuk apresiasi, kami menyusun acara perayaan kelulusan di bulan Februari lalu. Acara angkatan kemarin kami rangkai sehangat mungkin, sehingga mampu menimbulkan perasaan yang lega, haru, dan menjadi penutup yang dapat dikenang.

Sekarang, cerita kami hampir usai.

Dari yang awalnya asing,

perlahan menjadi terbiasa,

hingga akhirnya harus siap berjalan ke arah masing-masing.

Karena pada akhirnya, yang akan paling lama tinggal bukanlah tentang waktu, melainkan bagian dari diri yang tumbuh dan cerita yang pernah ada di dalamnya.

Sumber : Versavalis

0 Komentar