![]() |
Kota Bekasi – Siswi MAN 2 Kota Bekasi, Almeira Hanisa Setiawan Putri, terpilih sebagai salah satu delegasi muda Indonesia dalam World Youth Festival (WYF) 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Ia bergabung bersama sekitar 10.000 pemuda dari berbagai negara setelah lolos dari lebih dari 100.000 pendaftar melalui seleksi esai dan video vizitka (video perkenalan diri). Kesempatan ini menjadi pengalaman penting bagi Almeira untuk membawa nama MAN 2 Kota Bekasi dan Indonesia ke tingkat internasional sekaligus memperluas wawasan dan jejaring kepemudaan.
Almeira mengaku bangga, haru, dan bersyukur saat mengetahui dirinya lolos seleksi. Ia menyebut kesempatan ini sebagai mimpi yang menjadi kenyataan di usia 17 tahun, sekaligus buah dari perjuangan sekitar empat tahun di berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan.
“Personally, ini kayak mimpi jadi nyata. Di umur 17 tahun bisa keluar negeri dengan fully funded oleh pemerintah. Buat saya, ini semacam kado untuk diri sendiri setelah kurang lebih empat tahun berjuang di dunia sosial dan kepemudaan,” ujar Almeira.
Almeira mengetahui informasi WYF 2026 melalui media sosial dan jaringan kepemudaan. Ia tertarik mengikuti seleksi karena ingin menjelajahi dunia, memperoleh pengalaman internasional, dan mewujudkan cita-citanya menjadi diplomat muda.
Di Yekaterinburg, Almeira hadir sebagai delegasi muda yang aktif dalam forum, workshop, dan pertukaran budaya. Ia juga mengikuti class project (proyek kelompok) bersama peserta internasional serta kunjungan museum untuk mengenal sejarah kota tersebut. Di sana ia membangun relasi dengan peserta dari berbagai benua, tidak hanya dari Rusia.
Pengalaman ini menjadi kali pertama Almeira menggunakan bahasa Inggris secara penuh dalam interaksi sehari-hari. Ia mengaku senang bertemu pemuda dari berbagai negara yang antusias terhadap budaya Indonesia, sehingga ia semakin bangga memperkenalkan budaya bangsa sendiri.
Momen paling berkesan baginya adalah opening ceremony (upacara pembukaan). Sekitar 10.000 pemuda dari seluruh dunia berkumpul dalam satu tempat, dan bendera Merah Putih dipajang di antara bendera sekitar 190 negara lainnya. Almeira mengaku merinding dan sempat tidak percaya dirinya bisa menjadi bagian dari festival sebesar itu.
Selama WYF 2026, Almeira mempelajari diplomasi pemuda, kepemimpinan global, dan pentingnya kolaborasi lintas negara. Pengalaman tersebut membuatnya semakin menyadari bahwa generasi muda memiliki kekuatan besar untuk berkontribusi pada isu-isu dunia.
Keterlibatannya di bidang pemberdayaan anak dan kepemudaan menjadi bekal penting. Karena terbiasa melakukan advokasi dan menyampaikan gagasan dengan jelas, ia lebih percaya diri berbicara di forum internasional. Tantangan terbesarnya adalah komunikasi lintas bahasa dan budaya, yang ia atasi dengan mental “just go for it” dan semangat belajar.
Bagi Almeira, membawa nama MAN 2 Kota Bekasi dan Indonesia ke forum internasional adalah kehormatan besar yang memotivasinya untuk terus berprestasi. Ia berharap pengalamannya tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menginspirasi pelajar lain di madrasahnya.
Sepulang ke Indonesia, Almeira ingin berbagi pengalaman kepada teman-temannya, khususnya tentang pentingnya berani mengambil peluang, meningkatkan kemampuan komunikasi internasional, dan membangun semangat kolaborasi.
Ia mengajak para pelajar untuk tidak takut mencoba. Menurutnya, kunci meraih kesempatan internasional adalah percaya diri, aktif mencari informasi, dan berani mencoba. “Gagal itu biasa, tapi setiap proses pasti bawa pengalaman berharga,” tuturnya.
“Jangan pernah ragu buat mimpi besar. Ambil kesempatan internasional, explore potensi diri, dan tunjukin kalau pelajar Indonesia bisa bersinar di level dunia,” pesan Almeira.
Ke depan, Almeira berharap terus aktif di dunia kepemudaan, memperluas jejaring internasional, dan menjadikan WYF 2026 sebagai batu loncatan menuju cita-citanya menjadi diplomat.
Menanggapi capaian tersebut, Kepala MAN 2 Kota Bekasi, Imroni, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi.
“Kami bangga atas prestasi Almeira yang telah membawa nama madrasah dan Indonesia di tingkat internasional. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk berani bermimpi besar, mengembangkan potensi, dan terus berprestasi dengan tetap menjaga akhlak mulia,” ujarnya.
.jpeg)


0 Komentar