MAN 2 Kota Bekasi, 14 September 2026 - Upacara bendera di
MAN 2 Kota Bekasi pada Senin (14/9/2026) menjadi momentum untuk mengingatkan
siswa tentang pentingnya menjaga adab dan rasa hormat terhadap guru. Pesan
tersebut disampaikan oleh Ahmadi, S.Pd., selaku pembina upacara, dalam
amanatnya di hadapan sivitas akademika MAN 2 Kota Bekasi.
Dalam amanatnya, Ahmadi, S.Pd., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi saat
ini membuat seseorang dapat memperoleh informasi dan pengetahuan dengan cepat
dan mudah. Berbagai informasi dapat ditemukan hanya dengan mengetikkan kata
kunci pada mesin pencarian. Namun, menurutnya, ada satu hal yang tidak dapat
digantikan oleh teknologi, yaitu keberkahan ilmu.
Keberkahan ilmu, lanjut Ahmadi, S.Pd.,, dapat terlihat dari ilmu yang mampu membawa seseorang menjadi tawaduk, semakin rendah hati, serta memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Ilmu tidak hanya diukur dari seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga dari bagaimana ilmu tersebut membentuk sikap dan perilaku seseorang.
Ahmadi,S.Pd menjelaskan bahwa keberkahan ilmu tidak diperoleh hanya dari
seberapa cepat seseorang mencari informasi melalui teknologi. Salah satu jalan
untuk mendapatkan keberkahan ilmu adalah dengan menghormati guru sebagai orang
yang menyampaikan dan membimbing siswa dalam memperoleh ilmu.
Ia kemudian menyampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan siswa dalam
menjaga adab dan rasa hormat terhadap guru.
Pertama, menjaga etika dalam berkomunikasi dan
berperilaku terhadap guru. Hal tersebut dapat dilakukan melalui kebiasaan
sederhana, seperti mengucapkan salam ketika bertemu guru, memberikan senyum,
berbicara dengan sopan, serta mendengarkan dengan baik ketika guru menjelaskan
pembelajaran di kelas.
Kedua, menerima nasihat dan teguran dari guru
dengan lapang dada. Ahmadi mengingatkan bahwa nasihat maupun teguran yang
diberikan guru merupakan bagian dari proses membimbing siswa agar menjadi
pribadi yang lebih baik. Karena itu, siswa hendaknya menerima teguran dengan
sikap terbuka dan menjadikannya sebagai bahan untuk memperbaiki diri.
Ketiga, mendoakan kebaikan untuk guru. Menurut
Ahmadi, doa merupakan salah satu bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih
siswa atas ilmu dan bimbingan yang telah diberikan guru selama ini.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi siswa bahwa kemajuan teknologi
seharusnya tidak membuat hubungan antara siswa dan guru kehilangan nilai-nilai
adab. Kemudahan memperoleh informasi perlu diimbangi dengan sikap rendah hati,
sopan santun, dan rasa hormat kepada orang yang membimbing dalam proses
pendidikan.
Melalui amanat upacara tersebut, Ahmadi, S.Pd. mengajak seluruh siswa
MAN 2 Kota Bekasi untuk tidak hanya menjadi generasi yang cepat memperoleh
informasi dan memiliki banyak pengetahuan, tetapi juga menjadi pribadi yang
tawaduk, berakhlak baik, dan mampu mengamalkan ilmu sehingga memberikan manfaat
bagi diri sendiri maupun orang lain.
Upacara berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh sivitas akademika MAN
2 Kota Bekasi, dengan petugas upacara dari kelas XII G dan XII H. Pesan tentang
menjaga adab dan rasa hormat terhadap guru diharapkan dapat diterapkan siswa
dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di luar
madrasah.

.jpeg)
0 Komentar