![]() |
| West Java Student Leader Summit (WJSLS) 4.0 |
MAN 2 Kota Bekasi - OSIS MAN 2 Kota Bekasi turut ambil bagian dalam kegiatan West Java Student Leader Summit (WJSLS) 4.0 yang diselenggarakan oleh Forum OSIS Jawa Barat (FOJB), Sabtu (11/4/2026), di Telkom University Convention Hall, Kabupaten Bandung. WJSLS 4.0 merupakan program tahunan FOJB yang diikuti oleh sekitar 3.000 pelajar SMA/SMK/MA sederajat se-Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi wadah pembentukan karakter kepemimpinan dengan nilai STRONG, yaitu Strategic, Responsibility, Nasionalist, dan Genuine, sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini dikemas dalam berbagai rangkaian acara yang menarik, di antaranya perayaan Hari Ulang Tahun Forum OSIS Jawa Barat, seminar interaktif, mission impossible, serta mini concert. Mengusung tema “Raharja Caruban: Pemimpin Muda Bersatu, Beraksi dan Berkreasi dalam Tradisi”, WJSLS 4.0 bertujuan mempererat silaturahmi antar pelajar, menumbuhkan karakter kepemimpinan yang mandiri dan peduli, serta menjadi sarana berbagi wawasan dan pengenalan organisasi Forum OSIS Jawa Barat.
Delegasi dari MAN 2 Kota Bekasi yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari Alisha Adelia Lamindra (XI B), Abdie Ramadhan (XI E), Muhammad Ilham Serimbuane (XI E), Zahra Ramadhani (X G), dan Nabilah Nur Najiyah (XI B). Kegiatan ini juga didampingi oleh Sri Wulandari selaku Pembina OSIS serta Kharir Yusman dari Staf Tata Usaha. Sejak pagi hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai dari registrasi, opening ceremony, hingga seminar interaktif. Selain itu, terdapat kegiatan mission impossible yang mengajak peserta untuk mengasah kemampuan kerja sama tim, strategi, dan komunikasi. Acara kemudian ditutup dengan penampilan seni dan mini concert yang menambah semarak suasana.
Ketua OSIS MAN 2 Kota Bekasi, Abdie Ramadhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan banyak manfaat, terutama dalam memperluas relasi dan wawasan kepemimpinan. Ia menuturkan bahwa melalui kegiatan ini, para peserta dapat bertemu dan berdiskusi dengan pengurus OSIS dari berbagai daerah di Jawa Barat sehingga memunculkan ide dan inovasi baru untuk organisasi. Rama juga menyoroti pentingnya manajemen waktu sebagai salah satu pelajaran berharga yang diperoleh selama kegiatan. Menurutnya, sebagai pengurus organisasi, siswa harus mampu menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan organisasi agar keduanya berjalan selaras.
Ia juga menceritakan bahwa pengalaman paling berkesan selama kegiatan adalah saat berinteraksi dengan peserta dari berbagai sekolah. Meskipun berasal dari daerah yang berbeda dan baru pertama kali bertemu, suasana tetap terasa hangat karena adanya sikap saling terbuka dan responsif antar peserta. Terkait tantangan, rama mengungkapkan bahwa kegiatan yang berlangsung padat menuntut peserta untuk memiliki energi dan kesiapan yang baik, terutama dalam berinteraksi dengan banyak orang. Namun hal tersebut justru menjadi pengalaman yang melatih ketahanan diri sebagai seorang pemimpin. Dari kegiatan ini, rama berencana untuk menerapkan program yang mendorong kesadaran lingkungan di MAN 2 Kota Bekasi, khususnya dalam mengurangi penggunaan plastik. Ia terinspirasi dari sesi talkshow yang membahas pentingnya menjaga lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Wakil Ketua OSIS, Alisha Adelia Lamindra, mengungkapkan bahwa interaksi dengan peserta dari berbagai sekolah menjadi pengalaman yang paling berkesan. Ia menyampaikan bahwa setiap sekolah memiliki cara kerja organisasi yang berbeda, sehingga menjadi kesempatan untuk saling belajar dan bertukar ide program kerja.
Menurut Adel, kegiatan ini juga memberikan pemahaman baru tentang kepemimpinan. Ia menilai bahwa seorang pemimpin tidak hanya bertugas mengarahkan, tetapi juga harus mampu memberi contoh, mendengarkan, memahami kondisi anggota, serta membangun kerja sama tim yang solid. Ia juga menambahkan bahwa tantangan selama kegiatan lebih pada menjaga stamina dan kesiapan diri, mengingat padatnya rangkaian acara serta intensitas interaksi yang tinggi dengan peserta lain. Ke depan, Adel berencana menghadirkan program yang lebih menarik dan melibatkan banyak siswa, seperti forum aspirasi yang dikemas secara santai namun tetap produktif. Selain itu, ia juga ingin meningkatkan komunikasi internal OSIS agar kerja sama tim semakin solid dan seluruh anggota dapat berperan aktif.
Pembina OSIS MAN 2 Kota Bekasi, Sri Wulandari, turut menyampaikan pesan agar para siswa dapat memanfaatkan pengalaman dari kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Ia berharap para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan organisasi di madrasah serta menjadi teladan bagi siswa lainnya.
Melalui keikutsertaan dalam WJSLS 4.0, diharapkan para pengurus OSIS MAN 2 Kota Bekasi dapat membawa semangat baru, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta menghadirkan inovasi yang berdampak positif bagi lingkungan madrasah dan sekitarnya.
sumber : MAN 2 Kota Bekasi
%204.0.jpg.png)
.png)
0 Komentar