Para siswa MAN 2 Kota Bekasi diterima di kampus-kampus bergengsi seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Semarang, Universitas Pendidikan Indonesia, hingga Universitas Sebelas Maret. Pilihan program studi yang beragam, mulai dari sains, teknik, hingga sosial humaniora, mencerminkan minat dan potensi masing-masing siswa.
Kesuksesan ini merupakan hasil dari pendampingan intensif yang dilakukan tim guru BK dan Wali Kelas sejak siswa duduk di kelas XI. Pendampingan siswa kelas XII dilakukan oleh Yuli Muharomah, S.Pd untuk kelas XII A–E, Hikmelia Dwi Sundari, M.Ps.I untuk kelas XII F–H, serta Dwi Yoga Ningsih, S.Pd untuk kelas XII I bersama wali kelas masing-masing. Proses persiapan meliputi pemetaan potensi siswa melalui asesmen minat bakat, analisis nilai rapor, serta masukan dari guru mata pelajaran.
“Harapannya siswa bisa diterima di PTN sesuai minat dan potensi, dan hasilnya membawa kebahagiaan serta keberkahan,” ujar Yuli Muharomah, S.Pd, Guru BK MAN 2 Kota Bekasi.
Bimbingan diberikan melalui sesi klasikal dan konsultasi individu. Selain itu, siswa juga dibekali informasi penting seperti daya tampung, akreditasi program studi, dan pendampingan teknis pengisian PDSS. Strategi yang diterapkan sekolah mendorong siswa memilih program studi sesuai kemampuan, menjaga konsistensi nilai, serta memperkuat portofolio akademik dan non-akademik. Kolaborasi antara guru BK, wali kelas, dan guru mata pelajaran menjadi kunci utama dalam proses ini.
Yuli Muharomah juga menegaskan pentingnya bersikap bijak terhadap hasil SNBP. “Bagi yang lolos, bersyukur dan tetap rendah hati. Siapkan diri untuk tahap berikutnya. Yang belum lolos, ini bukan akhir. Masih ada SNBT dan jalur lainnya,” jelasnya. Ia menambahkan, kelulusan SNBP dipengaruhi konsistensi nilai rapor, kecocokan pilihan jurusan, peringkat akademik, serta prestasi non-akademik.
Bagi siswa yang telah diterima di PTN, langkah berikutnya adalah registrasi ulang, menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, serta mengenal lebih jauh program studi pilihan. Sementara bagi yang belum berhasil, sekolah mendorong untuk tetap fokus menghadapi UTBK-SNBT, jalur mandiri, maupun alternatif lain seperti sekolah kedinasan dan beasiswa luar negeri.
Sebagai evaluasi, MAN 2 Kota Bekasi akan meningkatkan persiapan SNBP tahun berikutnya dengan sosialisasi yang lebih awal sejak kelas X, pendampingan yang lebih intensif, serta validasi data yang lebih teliti.
“SNBP itu bukan satu-satunya jalan. Yang penting kita terus belajar, berkembang, dan tetap bersyukur. Setiap anak punya jalannya masing-masing,” pesan Yuli menutup keterangannya.
Keberhasilan 19 siswa MAN 2 Kota Bekasi yang lolos SNBP 2026 menjadi bukti bahwa pendampingan terarah dan kolaborasi erat antara guru BK dan wali kelas mampu mendorong siswa melangkah lebih dekat ke masa depan yang mereka cita-citakan melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)
Sumber : MAN 2 Kota Bekasi